Jumat, 02 November 2012

       Setelah James melihat mobil sedan putih milik saudaranya itu, dia pun keluar dari pintu dan lari menyongsong mobil itu, agar dia tidak kehujannan. Setelah selesai memasukan semua kopernya kedalam mobil dia pun duduk di mobil bagian depan, agar dia bisa ngobrol dengan saudaranya itu. "Ahh... sial banget hari ini gue, udah harus ngantri yang panjang, dimarahin orang, sekarang malah basah begini lagi" seru James setelah menutup pintu mobil. Saudaranya yang mendengar ucapan James barusan pun tertawa dan membalas "kenapa dimarahin orang?". "Gue salah ngambil koper, gue ambil punya orang lain. Abisnya kopernya punya warna yang sama dan merek yang sama sih, gue kira itu koper punya gue, yang gue ambil aja". Saudaranya tertawa tebehak-bahak dan menuju Ruamh James, yang berada di Avenue Carnot. 
       Sesampainya James berada di depan rumah, pembantu yang berada di rumah dia langsung membuka mobil dan mengambil semua koper yang berada di mobil itu. James pun mengucap kan perpisahan kepada saudaranya itu. James melihat jam di jam besar yang dingantung di ruang keluarga. Waktu menunjukan pukul 13.00. James pun memutuskan untuk pergi jalan jalan memutari kota Paris sambil berbelanja. 
      Sebelum James pergi berbelanja, dia memutuskan untuk makan disalah satu restaurant kesukaan dia waktu kecil sebelum dia pindah ke Indonesia. James masuk ke restaurant itu, dan memberikan surprise kepada pemilik toko. Pemilik toko restaurant itu adalah teman baik James di Paris. Temannya yang bernama Jordan itu langsung menghampirinya dan berkata "Hi sobat, sudah lama sekali tidak bertemu dengan mu. Kamu kangen nggak dengan ku?", dengan sedikit tertawa James membalas pertanyaannya. "tentu saja kangen makanya aku memutuskan untuk makan disini", temanya bertanya lagi "sudah berapa lama kau di Paris?", James menjawab "baru aja nyampe dirumah", James pun memesan makanan kesukaan di yaitu risotto dan steak.
      Setelah selesai makan James pun membayar makanannya dan mengucapkan selamat tinggal kepada Jordan. James melanjutkan untuk pergi ke tempat perbelanjaan yang berada di Paris. Waktu pun berjalan cepat, sudah gelap dan semua toko di Paris sudah tutup. Tidak banyak yang dibeli oleh James, hanya beberapa potong baju dan celana panjang untuk pergi ke kantor, karena James tidak membawa baju formal untuk kerja. James pun memanggil taksi dan menyebutkan alamat rumahnya kepada supir taksi itu.

To be continued...